Karya Tulis Ilmiah Pembahasan dan Hasil INC PEB
BAB
IV
PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis membahas
tentang kesenjangan antara teori dan hasil studi pelaksanaan dan penerapan asuhan
kebidanan pada klien persalinan dengan diagnose Preeklampsia Berat di RSUD
Labuang Baji Makassar
Dalam
penerapan asuhan kebidanan secara teoritis yang dimulai dari pengkajian data,
merumuskan diagnose/masalah actual potensial, tindakan segera/ kolaborasi,
perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi asuhan kebidanan yang terjadi pada
kasus Preeklampsia Berat
A.
LANGKAH
I IDENTIFIKASI DATA DASAR
Dalam teori ditemukan bahwa identifikasi data dasar merupakan
tahap awal dari proses manajemen kebidanan yang kegiatannya ditunjukan untuk mengumpulkan
informasi mengenai Preeklampsia. Informasi tersebut harus saling berkaitan dan menggambarkan
masalah kesehatan yang dialami klien
Pada kasus ini didapatkan berdasarkan pengkajian asuhan
kebidanan pada langkah I Identifikasi data dasar penulis menemukan hambatan pada
klien berupa penyakit turunan yang dialami. Ini dapat dilihat dari respond dan sikap
klien yang terbuka untuk memberikan informasi yang diperlukan karena dengan melakukan
pendekatan yang baik dengan klien kita dapat memperoleh data yang diperlukan untuk
mengevaluasi keadaan secara lengkap, menyeluruh dan berfokus tentang kondisi klien
saat ini.
Pada tinjauan pustaka didapatkan tanda dan gejala keluhan
pusing , sakit kepala dan nyeri ulu hati, terdapat oedema pada wajah dan ekstremitas
dan pada pemeriksaan laboratorium terdapat protein Urine Positif 2 yang
merupakan tanda dan gejala yang dialami oleh klien dan berdasarkan hasil pemeriksaan
laboratorium
Dengan demikian teori dan kasus ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus preeclampsia berat
B.
LANGKAH
II IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH AKTUAL
Pada
tinjauan pustaka didapatkan Preeklampsia
merupakan penyulit kehamilan yang akut dan dapat terjadi pada antenatal,
intranatal dan postpartum. Dari gejala-gejala klinik preeclampsia dapat dibagi menjadi
pre eklampsia ringan dan pre eklampsia berat .Pembagian preeclampsia menjadi berat
dan ringan tidaklah berarti adanya dua penyakit yang jelas berbeda, sebab seringkali
ditemukan penderita dengan preeclampsia ringan dapat mendadak mengalami kejang dan
mengalami koma
Pada
kasus ini didapatkan diagnose klien mengalami Preeklampsia Berat yang
berdasarkan dengan data Objektif dan di tegakkan dengan hasil urine dari laboratorium.
C.
LANGKAH
III IDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL
Pada
langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnose potensia llain, yang
berdasarkan rangkaian masalah dan diagnose yang sudah di identifikasikan.
Langkah ini membutuhkan antisipasi bila kemungkinan dilakukan pencegahan,
sambil mengamati klien, bidan diharapkan dapat bersiap-siap bila diagnose/
masalah potensial ini benar-benar terjadi.
Berdasarkan
data yang ditemukan dari hasil pengkajian tidak ada data yang mendukung untuk terjadinya
masalah potensial. Antisipasi terjadi Eklampsia (Kejang) yang megakibatkan klien
akan mengalami koma dan Kematian Janin. Dalam hal ini tampak jelas adanya persamaan
antara teori dan studi kasus preeclampsia berat
D.
LANGKAH
IV TINDAKAN SEGERA/KOLABORASI
Berdasarkan
data yang diperoleh dari hasil pengkajian diperlukan kolaborasi dengan dokter dalam
pemberian Mgso4 dan tindakan SC
E.
LANGKAH
V RENCANA TINDAKAN
Pada
manajemen kebidanan suatu rencana tindakan yang komprehensif termasuk indikasi apa
yang timbul berdasarkan kondisi apa yang timbul berdasarkan kondisi klien serta
hubungannya dengan masalah yang dialami klien dan juga meliputi antisipai dengan
bimbingan terhadap klien serta konseling. Rencana tindakan harus disetujui klien
dan semua tindakan diambil harus berdasarkan rasional yang relevan dan diakui kebenarannya.
Berdasarkan
teori dengan rencana tindakan dengan pemberian konseling yang tepat pada klien tentang
tindakan yang akan di lakukan sehingga klien dapat mengerti dengan mudah mengenai
tindakan yang akan dilakukan terhadap dirinya. Konsep Kasus RencanaTindakan yaitu:
1. Sampaikanlah
hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga
Rasional:
Ibu dan keluarga tahu tentang keadaan klien dan memberikan dukungan terhadap klien
dan keluarga agar dapat mengurangi kecemasan dan siap diri dengan proses
pesalinan yang akan di hadapi.
2. Beritahu
ibu dan keluarga tentang tindakan yang akan di laksanakan
Rasional: Klien dan keluarga tahu tentang maksud
dan tujuan yang akan di lakukan.
3. Lakukan
pemasangan infuse
Rasional:
Mempermudah pemberian obat secara IV (Intra Vena) dan mengembangkan cairan dalam
tubuh.
4. Lakukan
Informed Consent
Rasional: Persetujuan atas tindakan
yang akan di lakukan.
5. Anjurkan
pasien untuk puasa
Rasional: Pengosongan lambung
6. Ambil
sampel darah untuk PMI
Rasional: Untuk mengantisipasi kekurangan
darah pada pasien
7. Lakukan
pencukuran rambut pubis
Rasional: Mempermudah proses
berjalannya SC dan mencegah infeksi
8. Lakukan
skin test antibiotic
Rasional:
Mengetahui kecocokan pasien dengan anti biotic yang akan di beri.
9. Lakukan
injeksi antibiotik
Rasional: Mencegah terjadinya infeksi
10. Lakukan
pemasangan MGS04
Rasional: Mencegah terjadinya kejang
(eklamsi)
11. Lakukan
pemasangan kateter tetap
Rasional:
Mengosongkan kandung kemih dan mempermudah ibu untuk BAK setelah operasi SC.
12. Sampaikan
kepada Ibu untuk membukakan pakaiannya.
Rasional: Persiapan Ibu benar-benar siap
untuk di lakukan SC
13. Sampaikan
kepada Ibu dan keluarga untuk menyiapkan keperluan bayi
Rasional: Keperluan tersedia lengkap dan
siap pakai
14. Antar
pasien menuju ruang OK
F.
LANGKAH
VI IMPLEMENTASI TINDAKA ASUHAN KEBIDANAN
Berdasarkan
tinjauan pustaka pelaksanaan tindakan manajemen asuhan kebidanan bahwa melaksanakan
rencana tindakan haru sefisien dan menjamin rasa aman klien. Implementasi dapat
dikerjakan seluruhnya oleh bidan dengan tim kesehatan lainnya sesuai dengan tindakan
yang direncanakan.
Pelaksanaan tindakannya
yaitu sebagai berikut :
1. Menyampaikan
hasil pemeriksaan pada klien mengupayakan agar klien mengetahui tentang kondisinya
2. Melakukan
informed consent sebelum melakukan tindakan pemasangan infuse dan pemberian
Mgos4 dan tindakan SC dan ibu setuju
Pada
studi kasus Preeklampsia Berat pada klien semua tindakan yang telah direncanakan
dapat dilaksanakan seluruhnya dengan baik tanpa hambatan Karena adanya penerimaan
yang baik dari ibu serta petugas kesehatan di bersalin di RSUD Labuang Baji Makassar
. Dengan demikian teori dan kasus ditemukan
adanya kesenjangan antara teori dengan studi kasus Preeklampsia Berat
Tanggal
26 Mei 2017 dilakukan evaluasi setiap masalah dilakukan observasi langsung data
objektif dan subjektif. Dalam kasus ini evaluasi masalah dihadapi oleh klien pada
dasarnya dapat diatasi dan tidak mengalami kejadian Eklampsia
Komentar
Posting Komentar