Karya Tulis Ilmiah Preeklampsia Berat (INC) BAB I
KARYA
TULIS ILMIAH
MANAJEMEN ASUHAN
KEBIDANAN INTRANATAL CARE
PADA NY ”N”
DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT
DI RSUD LABUANG BAJI
MAKASSAR
TANGGAL 26 MEI 2017
Diajukan
Sebagai Syarat Untuk Menyelesaiakan Pendidikan
Program Studi Diploma
IV Bidan Pendidik di STIKes Mega Rezky Makassar
YULIA MARWA
14 3145 301 038
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV BIDAN PENDIDIK
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MEGA REZKY MAKASSAR
2017
BIODATA
PENULIS

A.
IDENTITAS
PENULIS
1. Nama
: Yulia Marwa
2. Nim : 14 3145 301 038
3. TTL : Masohi, 14 Juni 1996
4. Jenis
kelamin : Perempuan
5. Agama : Kristen Protestan
6. Suku
/ bangsa : Maluku / Indonesia
7. Alamat : Jln. Lo’Mo Riantang No 20
B.
PENDIDIKAN
1. Tamat
SD Inpres Rumdai Tahun 2008
2. Tamat
SMP Negeri 1 TNS Tahun 2011
3. Tamat
SMK Kesehatan Pamahanu Nusa 2014
4. DIII
Kebidanan Stikes Mega Rezky Makassar 2017
C.
ORANG
TUA
1. Ayah
: Steven Marwa
2. Ibu : Costansa Wattimury/Marwa
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Preeklampsia
merupakan suatu penyakit yang langsung disebabkan oleh kehamilan yang hingga
kini penyebabnya masih belum diketahui dengan pasti, yang ditandai dengan
hipertensi atau tekanan darah tinggi, edema dan proteinuria yang masih
merupakan sebab utama kematian ibu dan sebab kematian perinatal yang tinggi.
(Wiknjosastro, H, 2006. hal 281)
Salah satu
penyebab morbiditas dan mortalitas ibu dan janin adalah preeklampsia (PE) yang
menurut WHO angka kejadiannya berkisar antara 0,51%-38,4%. Di negara maju angka
kejadian preeklampsia berkisar 6-7% dan eklampsia 0,1-0,7%. Sedangkan angka
kematian ibu yang diakibatkan preeklampsia di negara berkembang masih tinggi.
Preeklampsia adalah salah satu sindrom yang dijumpai pada ibu hamil diatas 20
minggu terdiri dari hipertensi, dan proteinuria dengan atau tanpa edema yang
jika di tangani secara cepat dan tepat akan berlanjut hingga masa persalinan
dan masa nifas.
World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa ada
500.000 kematian ibu melahirkan di seluruh dunia setiap tahunnya, 99 %
diantaranya terjadi di negara berkembang. Dari angka tersebut diperkirakan
bahwa hampir 1 orang ibu setiap menit meninggal akibat kehamilan dan
persalinan. Angka kematian maternal di negara berkembang diperkirakan mencapai
100-1000/100.000 kelahiran hidup, sedang di negara maju berkisar antara
7-15/100.000 kelahiran hidup. Ini berarti bahwa di negara berkembang risiko
kematian
maternal 1 diantara 29 persalinan sedangkan di negara maju 1 diantara
29.000 persalinan.
Di negara
maju terdapat penurunan insiden preeklampsia secara bermakna akan tetapi
relative konstan pada 15-30 tahun terakhir . Tingginya angka kematian ini disebabkan
karena kurang sempurnanya pengawasan antenatal. Preeklampsia merupakan penyakit
yang angka kejadiannya di setiap negara berbeda-beda. Angka kejadian lebih
banyak terjadi di negara berkembang dibanding pada negara maju. Hal ini
disebabkan oleh karena di negara maju perawatan perinatalnya lebih baik.
Sampai saat ini angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih
tidak dapat turun seperti yang diharapkan.Menurut SDKI terdapat sebanyak 228
kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup.Angka kematian ibu di Indonesia
diantaranya disebabkan oleh Pendarahan 60%, toksemia gravidarum 20%, dan
infeksi 20%. (SDKI,2010)
Menurut UNICEF (United Nation For Children Fundation) di Negara berkembang 80
persen kematian ibu
dan perinatal terjadi
di Rumah Sakit Rujukan.
Tingginya Angka Kematian
Ibu (AKI) adalah
akibat kehamilan,
persalinan, dan masa
nifas. Jika dibandingkan
dengan negara-negara lain maka
AKI di Indonesia
adalah 15 kali
Angka Kematian Ibu di Malaysia, 10 kali lebih tinggi dari pada Thailan,
dan 5 kali lebih tinggi daripada Filipina (Saifudin, 2002)
Berdasarkan data WHO
(World Health Organisation) pada
tahun
2007
sebanyak 536 perempuan
meninggal akibat preeklampsia dan eklampsia. Selain itu
sebanyak 99% kematian
ibu masalah persalinan dengan preeclampsia dan eklampsi
dan kelahiran terjadi di
negara -negara
berkembang,rasio kematian ibu di
negara-negara berkembang merupakan
yang tertinggi dengan
450 kematian ibu per 100 ribu kelahiran ibu.
Angka Kematian Ibu(AKI)
dan Angka Kematian
Bayi(AKB) Indonesia masih tertinggi di Asia. Tahu n 2002 kematian ibu
melahirkan mencapai 307 per 100.000 kelahiran.Angka ini 65 kali kematian ibu di
Singapura 9,5 kali
dari Malaysia, bahkan
2,5 kali lipat
dari indeks Fhilipina Departemen
kesehatan menargetkan penurunan
angka kematian ibu dari
26,9 persen menjadi
26 persen per 100 kelahiran hidup dan angka kematian bayi
berkurang dari 248 menjadi 206 per 100 ribu kelahiran yang di capai pada tahun
2010, sementara angka harapan hidup berkisar rata -rata 70,6 tahun.Di tahun
2007, angka kematian ibu di Indone sia berkisar 248 per 100 ribu kelahiran.
Preeklampsia merupakan istilah yang
dipakai untuk menyebutkan semua sakit hypertensive yang disebabkan oleh
kehamilan. Sekarang preeklampsia disebut dengan hypertensi yang dipicu
kehamilan.( Kamus Kedokteran 2012 hal; 307 )
Preeklampsia merupakan kelainan yang
ditemukan pada waktu kehamilan yang ditandai dengan berbagai gejala klinis
seperti hipertensi, proteinuria, dan edema yang biasanya terjadi setelah umur
kehamilan 20 minggu sampai 48 jam setelah persalinan. Sedangkan
eklampsia adalah kelanjutan dari preeklampsia berat dengan tambahan gejala
kejang-kejang atau koma. Menurut World Health Organization (WHO, 2001), angka
kejadian preeklampsia berkisar antara 0,51% - 38,4%. Preeklampsia dan eklampsia di seluruh dunia diperkirakan
menjadi penyebab kira-kira 14% (50.000-75.000) kematian maternal setiap
tahunnya (Hak lim, 2009). Angka kejadian preeklampsia di Amerika Serikat
sendiri kira-kira 5% dari semua kehamilan, dengan gambaran insidensinya 23
kasus preeklampsia ditemukan per 1.000 kehamilan setiap tahunnya (Joseph et al,
2008). Sementara itu di tiap-tiap negara angka kejadian preeklampsia berbeda-beda,
tapi pada umumnya insidensi preeklampsia pada suatu negara dilaporkan antara
3-10 % dari semua kehamilan (Prawirohardjo, 2006). Selain perdarahan dan infeksi, preeklampsia
dan eklampsia juga merupakan penyebab kematian ibu dan perinatal yang tinggi
terutama di negara berkembang.
Dari
data yang diperoleh dalam medical record
RSUD Labuang Baji Makassar dari
tahun 2014 sampai tahun 2016 terdapat
13 ibu yang mengalami preeklampsia dari 521 ibu yang bersalin di tahun 2014 (
4,007 %), 32 ibu yang mengalami preeklampsia dari 1.606 yang bersalin di tahun
2015 (5,018 % ) 34 ibu yang mengalami preeklampsi dari 414 ibu yang bersalin di
yahun 2016 ( 1,217 %) , dan periode 2017
dari januari-maret terdapat 8 ibu yang mengalami preeklampsia dari 55 ibu yang
bersalin ( 687,5 %) total keseluruhan
jumlah ibu yang mengalami preeklampsi
dari tahun 2014-2017 adalah 87 dari 2.596 ibu bersalin (2,983 %) (Profil Medical Record RSUD Labuang Baji
Tahun 2014 sampai 2017)
Berdasarkan
hal-hal tersebut diatas motivasi penulis untuk mengambil kasus “Manajemen
Asuhan Kebidanan Pada Ny”X”dengan preeklampsia di RSUD Labuang Baji Makassar
tanggal 13 Maret 2017”
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Merumuskan
konsep dasar preeklampsia secara keseluruhan meliputi Preeklampsi ringan,
preeklampsi berat dan eklampsi
2. Merumuskan
proses asuhan kebidanan
3. Merumuskan
pendokumentasian asuhan kebidanan
C.
Tujuan
Penelitian
1. Tujuan Umum
Agar
mahasiswa mampu menerapan asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan pre
eklampsia ringan di puskesmas dan Rumah Sakit dengan menggunakan menejeman
asuhan kebidanan menurut Varney dan pendokumentasian secara SOAP.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu merumuskan konsep dasar tentang preeklampsi yang
meliputi preeklamapsia ringan, preeklampsia berat, dan eklampsia
b. Mampu merumuskan proses asuhan kebidanan
c. Mampu merumukan pendokumentasian asuhan kebidanan
d. Mampu melaksanakan identifikasi dan
analisa data dasar pada Ny. “N“ dengan preeklampsia
e. Mampu merumuskan diagnosa/masalah
aktual pada Ny. “N“ dengan preeklampsia
f. Mampu merumuskan diagnosa/masalah
potensial pada Ny. “N“ dengan preeklampsia
g. Mampu mengidentifikasi perlunya
tindakan segera dan kolaborasi pada Ny. “N” dengan preeklampsia
h. Mampu menyusun rencana tindakan manajemen
asuhan kebidanan pada Ny. “N“ dengan preeklampsia
ringan.Melaksanakan tindakan manajemen asuhan kebidanan yang telah disusun pada
Ny. “N“ dengan preeklampsia
i.
Mampu
mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilaksanakan pada Ny. “N“ dengan
preeklampsia
j.
Mampu
melakukan pendokumentasian hasil asuhan kebidanan pada Ny. “N“ dengan
preeklampsia
D.
Manfaat
Penulisan
1.
Bagi
Institusi pendidikan
Sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswi
Kebidanan Stikes Mega Rezky Makassar dalam rangka penyusunan Asuhan Kebidanan.
2. Bagi PenuliS
Dapat dijadikan sebagai masukan dan meningkatkan
keterampilan penulis, suatu tambahan pengalaman yang sangat berharga dalam
penyusunan asuhan kebidanan.
E.
Metode
Penulisan
Dalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan metode
deskriptif, yaitu menggambarkan tentang tanda bahaya preeklampsia ringan.
Adapun teknik pengumpulan datanya dengan cara Studi Pustaka dan pengumpulan
data awal dari data di Rumah Sakit.
F.
Sistematika Penulisan
Sistematika
penulisan dibagi menjadi 5 Bab yaitu :
BAB I PENDAHULUAN :
A. Latar
Belakang
B. Rumusan
Masalah
C. Tujuan
Penulisan
D. Metode
Penulisan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep
Dasar Preeklampsia
1. Defenisi
Preeklampsia
2. Faktor
Risiko Preeklampsia
3. Patofisiologi
Preeklampsia
4. Pembagian
Preeklampsia
5. Komplikasi
Preeklampsia
B. Konsep
Dasar Preeklampsia Berat (PEB)
1. Defenisi
preeclampsia berat
2. Patofisiologi
3. Komplikasi
4. Diagnose
5. Penatalaksanaan
preeclampsia berat
6. Penatalaksanaan
preeclampsia pada saat persalinan
C. Manajemen
Asuhan Kebidanan pada preeclampsia berat
1. Data
subjektif
2. Data
objektif
D. Proses
asuhan kebidanan
1. Pengertian
manajemen asuhan kebidanan
2. Proses
manajemen asuhan kebidanan
E. Pendokumentasian
asuhan kebidanan
F. Bagan
Nomenklatur
G. Bagan
penokumentasian
BAB III TINJAUAN KASUS
A. Langkah
I : Identifikasi Data Dasar
B. Langkah II : Identifikasi Diagnosa / Masalah Aktual
C. Langkah III : Identifikasi Diagnosa / Masalah Potensial
D. Langkah IV : Tindakan Segera / Kolaborasi
E. Langkah V : Rencana Tindakan
F. Langkah VI : Implementasi
G. Langkah VII : Evaluasi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Pengumpulan Data Dasar
B.
Merumuskan Diagnose / Masalah Aktual
C.
Merumuskan Diagnosa / Masalah Potensial
D.
Tindakan Segera Kolaborasi
E.
Rencana Tindakan Asuhan Kebidanan
F.
Pelaksanaan Tindakan Asuhan Kebidanan
G.
Evaluasi
BAB V PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran
Daftar Pustaka
Lampiran
Komentar
Posting Komentar